THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES �

Kamis, 27 November 2008

SEPERTI PERCIKAN GERIMIS

Seperti percikan-percikan gerimis yang berkilau pada daun
Tombak-tombak musim melesatkan keperihanku
Anak-anak kunang berpendar dan melepaskan waktu
Butir-butir embun menyusut di dasar jejakku
Akar-akar menyerap setiap buluh kelabu
Rumput-rumput memeluh di sepanjang langkahku. Tapi seperti
Keheningan yang menjelma menara setelah jalan yang meliuk itu
Semuanya terlihat begitu berkilau dan runtuh
Seperti ingin menopang angin
Aku catat semuanya dalam sajak-sajak bening
Udara penuh kebisuan dan warna cuaca yang dingin
Seluruh kesunyian tegak dan menjelma retakan-retakan dinding
Lantas mencari aroma mayatku yang sedih
Kini, segalanya telah saling berhadapan dalam senyap yang nyaring
Meski patung-patung telah terbakar. Dan pada kuburan
Kesepianku yang asin seribu cahaya telah diterjunkan di sana
1999.

Senin, 24 November 2008

"CinTaMu"

Sesekali
Kau datang jua padaku
di saat aku melupakan-Mu
Sesekali yg lain
Tiba-tiba kau lari begitu jauh
Sesekali inilah
Aku tau
Takdir itu amat mengharukan
Tatkala
Aku menyusun Rindu di sudut hati
Aku Langsung alpa
Bunga cinta-Mu tergubah begitu indahnya
Bagai wangi kasturi
Sekaligus mengingatkan aku
Cinta Nabi pada umatnya
Yang begitu setia menghitung waktu
Dan memamah rindu di ujung sendu
Barulah aku paham
Betapa pahitnya perpisahan
Barulah aku mengerti
Betapa payahnya mencari cinta-Mu yg hilang
Barulah aku mengerti
Betapa segalanya perlukan ketabahan.